teamwork“Gimana kabar lu, Bro?!”

Sebuah kalimat umum yang sering kita dengar setiap kali bertandang atau kebetulan bertemu dengan rekan satu komunitas. Bro, atau lengkapnya adalah Brother, adalah sebuah kata yang menyatakan bahwa antara yang dipanggil dan yang memanggil memiliki ikatan yang erat. Brother, artinya kita bertemu saudara walaupun secara genetisnya kita tidaklah sedarah.

Brotherhood, atau kita bisa mempenetrasikannya sebagai Jiwa Persaudaraan, memiliki makna dan substansi dimana ada konsensus didalam kata Brotherhood ini. Brotherhood, seperti sebuah rantai yang mengikat kita untuk berjalan bersama, bersatu dan saling membantu. Brotherhood tidak mengenal batas usia, status sosial, agama atau ras. Dalam Brotherhood, kita adalah sama. Dalam Brotherhood, tidak ada egoisme, tidak ada anarkisme, tidak ada perasaan sirik atau dengki. Brother, treat like Brother, that’s way we call it Brotherhood.

Saat ini, Brotherhood masih hanya sebuah panggilan untuk teman tanpa ada muatan substansial seperti yang telah disebutkan di atas. Tidak ada konsensus, tidak ada muatan positif di dalamnya sehingga kata Brother itu dengan sangat mudah dihancurkan oleh sedikit konflik yang bahkan “mungkin” tidak berpotensi untuk meretakan suatu hubungan persaudaraan atau dengan kata lain, gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Patut disayangkan jika suatu persaudaraan dirusakan oleh hanya ego semata.

Saatnya kita melihat lagi, benarkah kata Brother itu mempunyai makna khusus untuk kita atau teman kita? Apakah kita sudah menganggap bahwa komunitas kita adalah sebuah keluarga yang patut dijaga keharmonisannya? Apakah setiap kepala dalam keluarga ini su Read the rest of this entry »

Dapurletter JAZZ UP!!

Posted: October 7, 2010 in Uncategorized

Selama ini, dapurletter.com dikenal sebagai media musik underground dimana wacana website-nya adalah seputar dunia underground seperti Metal sebagai contohnya.

Namun, sebagai media musik dimana Kita memproklamirkan diri sebagai Media Musik Indonesia, membuka mata dan telinga adalah suatu keharusan. Media bukanlah tempat beridealis dengan satu jenis musik, oleh karena itu, area liputan musik Kita perluas lagi menjadi lebih global dimana kita menjangkau semua musik yang ada di Indonesia sesuai dengan misi kami.

Beberapa perubahan minor yang sudah ada seperti liputan event dari Java Musikindo yaitu konser Boys Like Girls dan Saosin yang merupakan musik mainstream. Kini, kita ingin merambah “dunia lain” dari dunia Underground yang selama ini kita kenal, yaitu dunia Jazz!!!

Akar Musik Jazz

Dengan tidak bermaksud menggurui atau merasa lebih tahu, sebelum kita masuk lebih dalam tentang musik Jazz, tidak ada salahnya jika kita kupas sekilas seperti apakah/bagaimanakah musik Jazz itu.

Musik Jazz berakar dari musik Blues yang lebih dulu lahir dan berkembang. Blues sendiri tercipta oleh budak budak Swahili yang ada di Amerika Serikat yang hidup dalam ketertindasan, bahkan hidup mereka lebih menderita daripada kaum marginal. Bermula dari ketukan ranting sebagai penghilang rasa sepi, ditambah dengan vocal berat dengan nada putus-putus, dengan syair-syair yang saling bersahut dan akhirnya terciptalah apa yang disebut dan kita kenal sekarang sebagai Blue Note.Syair-syair mereka selalu menyuarakan ekspresi kepedihan yang hanya bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Sebagai sesepuh musisi Blues yang terkenal adalah W. C. Handy, dia disebut sebagai ” Father of The Blues”. Handy adalah Seorang pemain Trumpet. Handy adalah cermin seniman jalanan yang mampu menembus panggung Broadway. Sebelum meninggal, Handy sudah mencipta lebih dari 150 lagu Blues yang beberapa karya terakhirnya merupakan akar musik Jazz.

Aliran pertama dari musik Jazz disebut New Orleans Jazz. Disebut sebagai New Orleans karena musisi-musisi Jazz di kota inilah yang menjadi pionir dari perkembangan musik Jazz. New Orleans Jazz disebut juga Early Jazz. Ciri dari New Orleans Jazz adalah musiknya masih sangat emosional sama seperti Black Blues dengan improvisasi personal dengan solo-solo panjang. Mungkin sekarang kita bisa menyebutnya sebagai Jam Session.

Sebagai tokoh Jazz yang pertama dari New Orleans Jazz kita bisa sebut satu nama yaitu Louis Armstrong. Louis bisa dikategorikan sebagai musisi Blues tapi lebih dikenal sebagai musisi Jazz. Sama seperti W.C Handy, Louis juga seorang Pemain Trumpet. Sebagai info, Louis Armstrong adalah musisi Jazz pertama yang menjadi Cover majalah TIME tahun 1949 dan Musisi tertua (63 tahun) yang mampu menyingkirkan The Beatles dari Chart 1 Billboard selama 14 minggu pada tahun 1964!!! Dan Louis Armstrong adalah Musisi Jazz pertama yang memasukan unsur kental Rock n Roll dalam komposisi jazz-nya sehingga dia tercatat dalam Rock ’n Roll Hall of Fame sebagai musisi yang ikut membidani lahirnya Rock ’n Roll!!

Nama lain selain Louis Armstrong, masih ada nama-nama besar di dunia Jazz seperti Duke Ellington, Charlie Parker, Dizzy Gillespie, Miles Davis dan John Coltrane.Pada era baru Jazz muncul nama-nama seperti Chick Corea, Ornette Coleman, Chris Botti, Dave Koz, Bob James, Lee Ritenour dan untuk Indonesia kita mengenal Buby Chen, Jack Lesmana, Bill Saragih, Ireng Maulana, Kiboud Maulana dan masih banyak nama besar lainnya.

Musik Jazz Era Baru

Kita sudah berbicara tentang apa/bagaimana dan sejarah serta siapa pionir aliran musik ini, sekarang mari kita lihat wajah musik Jazz era baru.Sebelumnya sudah disebut barisan nama-nama musisi Jazz era baru seperti Chick Corea atau mungkin pernah mendengar nama Harvy Mason.

Disebut Jazz era baru karena ada perubahan pada instrumen yang digunakan yaitu dari Jazz awal yang hanya menggunakan Trumpet, Piano, Saxophone dan Kontra Bas maka Jazz era baru menggunakan peralatan yang lebih modern seperti Gitar Listrik, Bass Listrik dan Synthesizer. Kini, Jazz lebih modern dengan perangkat elktronik baik itu Hardware serta Sofware.

Selain dari perangkat instrumen yang digunakan, Jazz era baru atau kita mungkin lebih kenal sebagai Mainstream Jazz ini terdapat perubahan pada Chord dan Beat-nya. Cabang Mainstream Jazz yang lebih dikenal dan akrab ditelinga adalah Fusion Jazz yang memasukan unsur-unsur Funk dan Rock. Karya-karya Louis Armstrong sudah menandakan akan lahirnya era Fusion Jazz. Nama-nama seperti Chick Corea, Miles Davis, Larry Young dan John McLaughlin adalah founder-founder dari Fusion Jazz.

Cabang Fusion Jazz yang terus berkembang adalah Smooth Jazz. Smooth Jazz ini merupakan pengembangan dari Fusion Jazz. Jika Fusion Jazz hanya cross the line dari Jazz Rules, maka Smooth Jazz lebih Out Law lagi dari Jazz Rules. Unsur Hip hop dan R&B adalah ciri khasnya. Jika anda tahu George Benson, Larry Carlton, Fourplay, Kenny G, Bradley Joseph, Dave Koz, Chuck Mangione, Pat Metheny, Marcus Miller, Najee, The Rippingtons, Lee Ritenour, David Sanborn, Spyro Gyra, Grover Washington Jr maka sekarang Anda tahu seperti apa Smooth Jazz itu.

Selain Fusion Jazz masih ada Acid Jazz yaitu Jazz yang dikombinasikan dengan Funk, Soul dan disco. Acid Jazz dikembangkan antara tahun 80-an dan 90-an di klub-klub malam di Inggris Selatan. Istilah Acid Jazz dicetuskan pada tahun 1987 oleh DJ Gilles Peterson dan Chris Bangs. Acid Jazz merupakan cabang Jazz yang mengalami transformasi paling besar dalam tatanan musik Jazz.

Jazz dan Musik Progressive

Kita sering mendengar istilah Progressive Rock atau Progressive Metal dan bahkan Progressive Pop!!! Darimana asalnya? dan bagaimana prosesnya?

Jika mau jujur, maka Progressive Musik adalah sebuah aliran yang belum jadi. Kenapa? Disebut progressive karena aliran musik ini merupakan aliran eksperimen atau bisa disebut juga Mastermind atau proyeksi masa depan. Contoh awal tahun 60-an adalah era Phsycadelic Rock dengan mediator The Doors dan kemudian Black Sabbath. Masyarakat dibawa kearah keragu-raguan dengan aliran musik yang ada. Semua aliran Musik berada pada area abu-abu!!! Tetapi pada saatnya, maka pshycadelic ini menjadi akar musik Heavy Metal!! Target tercapai, proses selesai.

Kita mengidentifikasi musik progressive sebagai musik yang ter-influence oleh musik Jazz. Karena dalam standar pengetahuan kita, aliran musik yang paling kaya dengan nada adalah Jazz!!! Sebenarnya bagaimana ciri musik progressive?

Progressive Musik memiliki elemen yang lebih kompleks dan rumit secara tehnikalnya. Pengaruh Fusion Jazz biasanya cukup kental dalam struktur komposisi lagunya. Sejarah diawali dari Yes, King Crimson, Pink Floyd dan Genesis dari sekitar tahun 1969, Rush dari tahun 70-an dan Dream Theater pada tahun 80-an.

Selain elemen dan struktur komposisi yang cenderung Jazzy, maka durasi lagu bisa dijadikan penilaian sebuah musik bisa dikategorikan sebagai Progressive atau bukan. Penguasaan alat musik secara mahir dengan permaian solo yang panjang serta ritme yang tidak beraturan merupakan ciri progressive. Sekali lagi, ketika kita menonton sebuah band progressive perform, maka kita disuguhi musik yang tidak ada akhirnya. Sama seperti Jazz. 12 bar is not enough.

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=5146

Ngomongin fans club Metallica yuk. Kecintaan terhadap karya Metallica, kekaguman terhadap para personel terdahulu sampai line-up terakhir, tercurah di sini.

Drop dead fans Metallica ternyata punya wadah, yaitu “… And Indonesia for All”, sebuah komunitas tempat para pencinta band asal Los Angeles, Amerika, yang terbentuk tahun 1981 ini bisa saling berbagi informasi tentang segala sesuatu mengenai Metallica. Sampai sekarang, member yang bergabung sudah lebih dari 1600 orang. Pada awalnya komunitas ini dibuat sebagai wadah berkumpul fans Metallica dari Indonesia, tetapi lama kelamaan banyak juga bule yang akhirnya ikutan bergabung. Apalagi informasi yang disampaikan sebagian memang menggunakan bahasa Inggris.

Banyak yang bisa didapat dari komunitas ini. Salah satunya, member akan dimanjakan dengan informasi terbaru yang selalu diupdate hampir setiap hari mengenai kegiatan Metallica, rilisan terbaru, merchandise terbaru, termasuk informasi tour tahun 2010. Member juga bisa mendapatkan informasi mengenai di mana bisa ngedapetin koleksi Metallica mulai dari yang umum sampai yang langka alias limited, atau yang tidak beredar di Indonesia dari awal lahirnya album Kill ‘Em All hingga album terakhir, Death Magnetic. Mantab nggak tuh.

Sudah dimaklumi kalau rilisan lama Metallica memang menjadi salah satu yang diburu para kolektor. Contohnya salah seorang kolektor terbesar Metallica asal Inggris yang bernama Hector. Dia mempunyai poster yang ada tanda tangan mendiang Clifford Lee  Burton, bassist Metallica, yang tewas dalam kecelakaan bus dalam perjalanan tur mereka ke Skandinavia, 27 September 1986 lampau. Barang yang satu ini tergolong fantastis. Kalau ditawar nih, harga poster yang telah ditandatangani James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammet, dan Cliff Burton tadi bisa menyaingi harga sebuah mobil keren seri terbaru. Very very mahal, Sob!

Tribute to Metallica

Selain ngedapetin updated info mengenai Metallica, komunitas yang satu ini juga menggelar kegiatan rutin, lho. Mereka bikin ajang gathering yang diisi dengan  ngejam bareng di studio, nonton bareng video konser terbaru Metallica dan juga ngedatengin acara-acara tribute to Metallica di berbagai tempat. Acara tergres yang mereka datengin pada saat tulisan ini dibuat adalah tribute to Metallica yang digelar di Masberto Café, daerah Sudirman, Jakarta Pusat dalam waktu dekat ini.

“Dulunya komunitas ini menggunakan nama Metallica Indonesia, tetapi oleh pihak manajemen The Metallica Club di Amrik kita diminta mengubah nama dengan sesuatu yang original dari Indonesia dan digabungkan dengan lagu atau lirik lagu-lagu Metallica. Akhirnya kami memilih “… And Indonesia for All” yang merupakan modifikasi dari album “… And Justice for All” dan sepertinya sesuai dengan situasi negara kita,” kata Agung, salah satu pengurus …And Indonesia for All. “Local Chapter negara lain juga unik-unik namanya, kayak Argentina Amber, Belgium Devildancers, The UK Thorn, Don’t Tread On Austria, Dutch Horsemen, Texas Magnetic Death, Utah’s Bleeding Justice, Virginia Fuel, Damaged Switzerland, dan lain-lain,” imbuhnya.

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=5171

image015

image023

Dari jaman dulu sampe jaman sekarang, pakaian tidak pernah lepas dari kaum hawa. Yah, untuk kali ini sich, gue bakalan ngebahas seluk beluk dunia cewe” underground. Untuk sekarang-sekarang ini sich, cewe” underground lebih realistis dan gak muluk-muluk ketimbang cewe-cewe pada umumnya bro! Jadi khusus buat para cowo”, jangan takut berteman ama cewe” tipe ini, coz, mereka juga manusia, sama-sama makan nasi juga toh! Sekarang ini  saatnya para cewe” naik daun didunia undergroud neh…

Karena dari sekian banyaknya acara metal/indie/sejenisnya, udah banyak para  wanita” (ce ileh bahasanya  cuy!) berkeliaran di acara” tsb dengan berpakaian hitam lengkap dengan aksesoris/atribut”nya bergaya sesuai dengan imej nya. Atau juga menggunakan atribut band” favoritnya . Asal tau aja bro,cewe” seperti ini gak hanya sekedar fashionable aja. Setidaknya mereka tau persis lagu”/musik” band” favoritnya juga loh. Waloupun dari luarnya  mereka (cewe”) terlihat judes dari penampilannya, tapi sebenarnya mereka   sangat ramah dan baik loh,asalkan loe” pada kagak ngusik apa yang mereka sukai..Cewe” ini juga pada dasarnya punya iman yang kuat loh, jadi walau apapun dan sebagaimana pun penampilan mereka, toh mereka  tetap taat beribadah. Apalagi mereka juga punya band sendiri.contohnya, rins dan iwed keduanya vokalis band “GELAP” .

image013

Mereka berkomentar tentang underground female : (Sekarang sich, udah maju banget!udah gak dominasi lagi, sekarang lebih berekspresif, bagus aja deh perkembangan buat cewe” underground saat ini. Apalagi banyak yang udah punya nama ,u know lah, jadi gak usah gw sebutin lagi namanya. Dan gw lebih respect ama cewe” yang bener” tau persis apa yang mereka lakukan  dan tau jatidiri mereka sebenarnya, gak hanya sekedar ikut2an aja   tapi gak tau seluk beluknya,  go to hell  aja deh!). Emang sich, kenapa dunia underground  lebih indentik ke warna hitam? Emangnya hitam itu udah jadi trademarknya dunia underground? Dari segi baik buruknya gmana? Apa  pendapat kalian tentang pandangan negatif khalayak umum? Apa lebih  identik sebagai anak bebas yang pemabuk dan pemakai? Gmana cara  loe nanggepin kalo cewe underground itu suka di”pakai”? cewe-2 tsb dianggap normal gak sih? Gmana pendapat  atau pendangan keluarga mereka?

Berikut, disini menurut pendapat beberapa orang yang berhasil di interview berkomentar sbb :

ARI : menurut gw sih, gak ada sisi buruknya tuh, kalopun ada yah tergantung Dari masing-masing sifat orang, soalnya komunitas underground lebih kekeluargaan, lebih natural dan punya solidaritas  tinggi, jadi gak terkesan munafik dibandingkan orang-orang bermuka dua. Sifat anak2 underground lebih balance dan rasa tanggung jawabnya tinggi dari masing-2orang itu sendiri. Kalo pemake dan peminum sih udah pasti adalah, tergantung menentukan dri masing2 pribadi aja dan gak ngerugiin orang lain. Jangan terlalu fokus kedunia aja  underground dong, buktinya aja, dunia gemerlap(dugem) lebih banyak. Yang pasti anak2 underground itu punya kreativitas yang lebih  ok dibandingkan dengan orang-2  yang “tenar” saat ini.Semodern2nya jaman, TUHAN  itu, lebih modern!

IWED : Hitam itu terkesan  dengan anger, kelam dan  tegas, dsb.  Dan kalo kita Berkarya pasti lebih jelas  status identitas kita, dalam arti karya-2 kita akan lebih terlihat apabila kita berkarya,  so gak mesti harus dengan warna hitam terus.

RIAN&friends: kalo buat gw sich, underground ntu condong ke musik lah, pengertian underground itu, sama sama harus mengerti sih, mau cewe ato cowo lah sama aja gak ada bedanya, kalo mengenai peminum ataupun pemakai itu tergantung orang itu sendiri. Cewe” underground ntu sisi nya baik aja gak ada  sisi buruknya. selama  cewe  itu gak macam2 semuanya pasti semua nerima2 aja kok.

WILDAN : kalo cewe itu ngeband n fashionable it’s ok. Terserah dia mau bergaya Seperti apa,karna  identitas dia kan anak band jadi bebas2 aja berekspresi Lebih kreatif daripada yang   tidak nge band. Silahkan aja mau bergaya seperti underground rockstar, tapi kalo bisa seeh jangan tllu vulgar nanti malah malu2in dijalan gitu. Lah wajar2 aja kok sikap mereka didunia underground. asalkan loe bisa bertanggung jawab atas perbuatan loe sendiri dan  tidak  menyusahkan orang lain, napa ngga? Emang sih, semua orang liat dari casing luarnya. Tapi kan ada pepatah “DON’T EVER JUDGE A BOOK FROM THE COVER”. nah, sekarang pandangan loe”  pada yang menilai tentang cewe2 underground dan gaya berpakaiannya.. Yang penting, menurut gw, mereka punya  hak menentukan jalan hidup mereka selama mereka gak menyesal dikemudian hari.

Nah, sekarang pandangan loe”  pada yang menilai tentang cewe2 underground dan gaya berpakaiannya.. Yang penting, menurut gw, mereka punya  hak menentukan jalan hidup mereka selama mereka gak menyesal dikemudian hari.

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=82

Barisan Lirik Membantai Musik

Posted: October 7, 2010 in Uncategorized

Suffocation-band-2008Sejumlah lirik lagu mengisyaratkan pemberontakan bahkan ada yang mirip Siaran berita. Demam Napalm Death, Kreator, Megadeth, Suffocation, masih membekas disini. Ada beberapa soal yang dimunculkan sejumlah media cetak tentang group-group mancanegara ini, antara lain adalah soal lirik lagunya. Dibalik irama menggerinda dengan mengandalkan power dan speed,group-group cadas tadi menyuarakan soal politik, kemiskinan,perang,dan entah apalagi yang bias dilukiskan bagai sebuah siaran berita. Membanjirnya penonton karena dipersatukan dengan mimpi yang sama. Setidaknya bersatu karena tema lirik yang sejiwa. Opini itu tentu saja bisa disangkal,atau disetujui. Tapi disana tersembul pikiran bahwa sebuah lirik,sebetulnya ikut memberi andil pada ke Nikmatan pendengarnya. Prosesnya bisa panjang,karena liriknya ditulis dalam bahasa Inggris. Ada hambatan disana? Sebagian penikmat bermula lantaran ikut-ikutan temannya dan bercetus “musik ini bergengsi”. Terbius dan hanya menikmati musik hangar binger super keras, terus merambah ke group lain: Deicide, Dying Fetus, Cynic, Disincarnate, Broken Hope, Internal Bleeding, dan lain-lainnya.

liriklagu-534x1024Dan dari sanalah mereka baru menyelidiki lirik-liriknya Gara-gara lirik,ada yang tak menyukai musik beraliran grindcore. “Mereka banyak sekali menggunakan kata-kata kotor”katanya. “Aghatocles,biar musiknya keras tapi liriknya peduli pada kehidupan social.” Ada yang kemudian pada akhirnya lebih suka pada Nile dan Nightwish saja. Sebagian menganggap kemudahan memahami lirik itu tergantung dari kemahirannya Berbahasa Inggris. Soalnya akan berbeda jika yang dibicarakan ialah musik bercorak Ghotic Metal. Pada corak musik sebelumnya, ada kekentalan tema,soal pemberontakan atas situasi. Pada musik Ghotic Metal, disana ada yang namanya obral kecengengan cinta. Banyak juga yang lantas berminat. Ada yang suka dengan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupannya sendiri. Misalnya tentang jatuh cinta. Tak peduli pada lirik juga tak dilarang, cuek pada lirik. Selintas hanya tahu isinya soal seram-seram, maknanya tak mengerti. Secadas apapun liriknya, tak jadi soal, yang
penting iramanya. Kalau toh liriknya sadis, masih bisa menahan pengaruh yang mungkin timbul. Tentu saja bagi sang penulis lirik, ia akan sedih jika apa yang diutarakannya tak digubris.

Hendaknya antara musik dan lirik harus digarap seimbang. Jika salah satunya saja Yang bagus,akan tak seimbang. Lirik dalam lagu menyiratkan sarat pesan, pendek Ataupun panjang. Dikerjakan bisan ringan tanpa memikirkan arti, menyair saja, dari apa Yang dirasa, peristiwa nyata ataupun imajinasi. Proses penulisan lirik kadang mengalir saja seperti bikin surat atau buku harian. Dengan gambaran itu, sebuahn lirik sama bobotnya dengan lagunya. Ada bagian yang tak bisa tergantikan dengan kata, tapi dengan memakai bunyi. Penggemar musik remaja senderung menikmati melodinya dulu, ketimbang liriknya. Terutama untuk lagu berbahasa Inggris. Soalnya hanya 40% yang paham bahasa Inggris. Tapi pada dasarnya, lirik dan musik dalam sebuah lagu tak bisa dipisahkan. Namun kenyataannya, jika liriknya jelek tapim melodi bagus, ada kemungkinan bisa disukai. Musik itu makanan batin, dalam mendengarnya, perasaan lebih berperan disini. Jika remaja suka musik menghentak, itu sesuai jiwanya yang lagi meledak ledak, anti kemapanan dan suka berubah ubah. Berbeda dengan remaja di belahan bumi bagian barat sana, mereka lebih memiliki fanatisme, dan jauh lebih terbuka. Tentu karena tak punya hambatan dalam memahami lirik, bahkan musik itu sendiri dekat dengan sub budaya mereka. Mereka bisa menikmati dengan baik. Sedemikian baiknya sehingga mereka bisa kerasukan. Di Amerika ada sekitar 200 remaja mati karena lirik lagu metal itu begitu merasuk. Lirik lagu itu menyiratkan kepesimisan yang menganjurkan orang untuk bunuh diri, ketimbang menghadapi kehidupan yang maki kacau. Tapi menurut saya, remaja disini tak usah peduli dengan lirik lagu barat terutama: black metal,gore grind,porn grind dan death metal. Sebab sub budaya kita berbeda dengan di barat. Dari pada nanti malah ikut bunuh diri segala. (Adrin Nugraha)

 

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=610

Salam Tiga Angka Enam!

Posted: October 7, 2010 in Uncategorized

“gw hanya minta sekeping surga yang selama ini kamu miliki. hanya sekeping saja. diantara jutaan keping yang sudah lo miliki hingga saat ini. penebusannya adalah lo boleh miliki gwa hingga waktu yang tak terbatas. walaupun untuk bisa seperti itu semua tabungan keberanian gwa habis gwa gadaikan didepan lo.”

sepenggal kalimat ruh pada raga

Buku ini merupakan cetakan ke dua Kumpulan Cerita Pendek Addy Gembel Tiga Angka Enam. Sebelumnya, cetakan pertama terbit tanggal 14 Agustus 2005 oleh Minor Books. Sebuah balai penerbitan independent milik Iman Rahman yang biasa disebut Kimung. Dengan begitu tingginya permintaan khalayak terhadap buku ini, Minor Books, bekerja sama dengan Omuniuum dan Balatin Pratama, menerbitkan kembali buku ini. Ada perubahan desain sampul di cetakan ke dua ini. Grafis sampul cetakan ke dua digarap oleh Danive dan diset ulang oleh Kimung. Di cetakan pertama Asmo yang mengarap desain sampul. Cetakan pertama buku ini pernah menghebohkan di dunia literasi indie tanah air , lewat gaya Sayaan dalam cerpen yang merupakan hulu sekaligus muara lirik-lirik lagu yang diciptakan Addy Gembel bersama Forgotten, band death metalnya. Katakanlah ini merupakan lahan eksplorasi Addy Gembel dalam menggambarkan detil yang tidak dapat digoreskan lewat media musik. Atau, inilah proses kreatif Addy Gembel yang begitu menggurita dalam mencipta musik dan sastra. Apapun itu, cerita-cerita pendek Addy Gembel dan musik Forgotten adalah dua sisi kepeng uang yang senantiasa saling melengkapi. Ilustrasi dan soundtracknya.

Addy Gembel lahir di Bandung pada 23 Oktober 1977. Nama aslinya Addy Handy Mohamad Hamdan. Addy—atau Gembel, begitulah ia akrab disapa—tumbuh dan besar di komunitas musik metal Ujungberung Rebels. Di kota kecamatan dengan jalanan pojok tertimur Kota Bandung inilah Addy mengasah kepekaannya dalam memandang dan menyikapi pelbagai kondisi sosial budaya yang merebak baik dalam skup lokal maupun global. Bersama band cadasnya, Forgotten, Addy dengan garang dan tanpa tedeng aling-aling menuding dan menggugat berbagai sistem kemapanan, baik yang kasat mata dan terasa maupun yang abstrak memabukkan. Sejak 1999, Addy dan Forgotten telah merilis empat buah album, yaitu Future Syndrome, Tuhan Telah Mati, Obsesi Mati, dan Tiga Angka Enam. Tiga buah cerpennya–”Republik Bintang Tengkorak”,” Modenisme…Itulah Ibuku!”, dan “Kegelapan, Kesunyian itu Bernyawa” pertama kali diterbitkan Hitheroad Publishing dalam antologi cerpen dan puisi Perlahan Dalam (2004) bersama empat Penulis Bandung lainnya. Salah satu dari cerpen tersebut yang berjudul Modernisme .. itulah Ibuku ! dilampirkan juga dalam buku ini.

Saya mengenal pribadi Addy Gembel sebagai pribadi yang santun namun memiliki pendirian keras dalam kesehariannya, dan Saya memiliki perhatian lebih dari rilisan album Forgotten semenjak album Future Syndrome , karena disini Addy seperti memiliki ruang dan dunia sendiri sebagai proses ekspresi kreatif pembuatan lirik pada lagu lagu Forgotten dan Addy pun mengakui bahwa menulis adalah sebuah media pembebas yang imajinatif yang tertuang dalam cerpen miliknya. Sehingga suatu saat saya membaca Cerpen Modernisme…Itulah Ibuku! yang pernah dimuat dalam antologi cerpen dan puisi Perlahan . Cerpen ini saya nilai sangat berat dan memiliki muatan kritik sosial tinggi. Satu alinea yang normatif dan bisa saya kutip:

Ada kesunyian yang terselip di hati.

Melayang laying dalam dimensi ketidakpastian.

Semua berwarna hijau dan tanpa ekspresi.

Tanpa rasa, tanpa bau.

Stagnan

Cerita di cerpen ini tak lepas dari seeseorang imaginative bernama Kleptosickcyco yang menurut paparan Adi berumur tiga ratus tahun dan dilahirkan dari ibu yang bernama Modernisme. Di dalam cerpen ini juga Addy secara gambling menuliskan setan setan yang nyata menghantui kehidupan sehari hari , Addy menyebut setan pertama bernama Konsumtivisme, mengenakan topeng yang terbuat dari bahan sobekan uang kertas, kartu kredit dan uang logam. Lalu setan berikutnya adalah Kapitalisme, Pembangunan, Sistem,Feodalisme. Jenis jenis setan yang lain ditulis dengan deskripsi yang unik dan tak jauh dengan deskripsi apa yang ada pada kenyataan yang kita hadapi selama ini. Buku ini sebenarnya terdiri dari tiga buah cerpen, yaitu Enam yang pertama, Tuhan Telah Mati, Enam yang kedua berjudul Sayap Hitam dan ditutup oleh enam ketiga, Tiga Angka Enam. Saya sarankan tanggalkan subjektifitas dan perspektif sempit sebelum anda menyimak cerpen dengan nuansa sarkasme cukup tinggi ini,

Buku ini dibuka oleh cerpen unik berjudul Tuhan Telah Mati, yang menceritakan sebuah negeri dengan cuaca sangat panas dan oksigen adalah sebuah komoditas industri yang diperjual belikan. Negeri ini memiliki penduduk berupa makhluk berkepala burung gagak dan berlanjut dengan deskripsi bahwa makhluk tersebut memiliki misi membunuh Tuhan dan membuang bangkainya dalam dimensi keterasingan umat manusia . Disini para makhluk itu berpikir bahwa Tuhan adalah sebuah entuk metafisik yang sifatnya fiktif dan hanya berada dalam pola pikir dan dunia maya saja. Bagaimana proses makhluk berkepala gagak itu dalam merencanakan dan merealisasikan kampanye nya ke dunia manusia sekarang ini ? Anda dapat mengetahui jawaban nya bila anda membaca cerpen pertama ini.

Cerpen kedua, atau tepatnya Enam kedua, bertajuk Sayap Hitam. Yang saya nilai cerpen yang paling cerdas dalam buku ini. Saya membutuhkan waktu cukup lama untuk meretas ide dan maksud Addy menulis Sayap Hitam, ada kalanya saya menyimak kembali cerpen lama beliau, Republik bintang Tengkorak namun tak kunjung menemukan korelasi yang tepat di antara keduanya. Cerpen ini seakan mengiring pembaca untuk menemukan batasan semu antara realitas dan imajinasi menuju paham kehidupan setelah kematian. Cerpen berat ini terbagi menjadi beberapa bab, dibuka oleh Sunrise Kaliber 9mm berlanjut pada bab Ada Perang di Luar Sana yang banyak bercerita tentang perang mencari ‘kebenaran’ dan menutupi dosa dengan ‘kebenaran’ karena sesungguhnya ‘kebenaran’ bisa dibeli dengan sesuatu yang bernama uang.

Bab berikutnya lebih cenderung ber cerita tentang dimensi standarisasi ‘kebenaran’ yang memang telah terbentuk melalui proses pembenaran, selama kurun waktu tertentu, bab ini diberi nama mata masa lalu.Akhirnya cerpen ini ditutup dengan bab Jangan cari aku di surga bab yang secara lugas bercerita ketidakpuasan penulis kepada system yang ada mengenai legalitas,keabsahan dan segala sesuatu yang menggiring terbentuknya opini public,sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang mudah lupa.

Bagian terakhir dari kumpulan cerpen ini, berjudul Tiga Angka Enam, yang bertutur mengenai pasangan ruh dan raga. Ruh yang digambarkan sebagai wanita muda berumur dua puluh tiga tahun, agak tomboy dengan rambut cepak. Sedangkan raga dituturkan sebagai seorang pria muda yang mencari jati diri . Pasangan ini diceritakan secara sederhana oleh penulis tengah mencari surga dan neraka, Pesan yang ingin diberikan oleh penulis pada pembaca pada cerpen ini tampak jelas secara eksplisit bahwa surga dan neraka itu benar adanya, dan pilihan ada di tangan kita untuk menggapai surga atau masuk terjerumus ke dalam neraka .

Sebagai penutup, saya menilai bahwa membaca buku ini secara keseluruhan tidak bisa hanya sekali saja. Terlepas dari cara penuturan Addy Gembel yang memikat dalam cerita-cerita pendeknya, apresiasi terhadap buku ini membutuhkan pemaknaan berkali-kali atas apa yang coba diungkapkan Addy Gembel lewat ide ide kreatif yang meluncur deras dalam cerita pendek nan ‘panjang’ dalam buku ini.

Cerita dalam bukku ini mungkin hanya ilustrasi dari kehidupan namun dituturkan dengan gaya bahasa yang cukup sarkasme . Gaya bahasa itu juga terdapat pada lirik lagu lagu band Forgotten sebagai media ekspresi dan deskripsi lain milik Addy Gembel. Namun hal itu tak lepas adalah kerangka pematangan ide yang kreatif dan imajinatif dalam mengungkapkan fakta dan realita. (supriyanto)

DEADSQUAD (deathmetal)

Posted: October 7, 2010 in Uncategorized

Deadsquad (DS) salah satu band Death Metal asal Jakarta ini telah meluncurkan album perdana mereka pada awal bulan Maret 2009 lalu bertajuk Horror Vision.  Dengan album ini mereka siap memanjakan telinga penggemar metal dengan berbagai unsur yang mereka ramu menjadi suatu formulasi nada yang terasa begitu mencekam, mulai dari technical death metal dengan tema lirik yang mengacu pada gelapnya sisi kehidupan, kualitas sound gitar dan permainan Stevi dan Coky yang tak diragukan lagi dalam downstroke dan lead yang cukup harmonis, begitu juga pada drum yang terasa begitu kental hyperblasting-grinding.

Diawali dengan intro simponi bernuansa gelap penuh misteri namun jauh dari kesan membosankan, lagu “Pasukan Mati” yang berdurasi sekitar 1:03 menit seolah menghempaskan kita kedalam jurang kematian yang berkarat. Pada lagu kedua kita dibawa berputar dalam badai yang mampu mengguncang isi kepala hingga jatuh tersungkur pada “Dimensi Keterasingan”. Dilanjutkan dengan lagu ketiga yang berjudul “Sermon Of Deception” yang siap menghasut kita untuk bersenandung bersama.  Lagu “Dominasi Belati” yang berada pada urutan ke empat seolah menyayat telinga dengan komposisi dan penulisan yang cukup tajam, terlebih dengan sisipan unsur Jazz yang meskipun hanya sebentar namun terasa begitu membius. Pada lagu ke lima yang berjudul “Hiperbola Dogma Moniteis”, Deadsquad menghajar kita dengan ketukan yang begitu rapat dan permainan gitar yang lebih technical, mengingatkan saya pada band-band technical death Metal semacam Visceral Bleeding dan Spawn Of  Possession.

Lagu “Manufaktur Replika Baptis” pada posisi ke enam yang juga menjadi single andalan di album mereka ini terasa begitu menghasut untuk ikut ber-headbanging, meskipun harus terhenti beberapa detik di sepertiga awal karena terdapat unsur klasik yang cukup harmonis pada gitar. Pada posisi ke tujuh, Deadsquad memainkan “Arise” dari lagu Sepultura, cover version ini cukup menarik dari sisi aransemen. Keganasan Deadsquad masih terus berlanjut hingga lagu “Horror Vision” yang dipilih sebagai ending pada album ini. Permainan drum Andyan Gorust tetap mengerikan dari lagu pertama hingga terakhir dan permainan gitar yang rumit akan mengantarkan kita pada sebuah dimensi lain yang penuh kengerian, juga dalam segi penulisan disetiap lirik lagu dalam album ini cukup cerdas, dan memang sejak pertama kali membuka sampul album ini saya langsung terpancing untuk berkonsentrasi pada sisi dalamnya yang mencantumkan lirik-lirik lagu yang sarat kesan filosofis dan sarkasme. Secara keseluruhan setelah menyimak setiap lagu dalam album ini, dengan menikmati komposisi musikalitasnya sambil menerawang jauh ke suatu dimensi lain yang mencekam saat menyusuri labirin aksara pada setiap lirik lagunya, saya tidak dihinggapi rasa bosan untuk kembali mendengarkan album ini secara berulang-ulang. (Dian Tigamartil)

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=914