Barisan Lirik Membantai Musik

Posted: October 7, 2010 in Uncategorized

Suffocation-band-2008Sejumlah lirik lagu mengisyaratkan pemberontakan bahkan ada yang mirip Siaran berita. Demam Napalm Death, Kreator, Megadeth, Suffocation, masih membekas disini. Ada beberapa soal yang dimunculkan sejumlah media cetak tentang group-group mancanegara ini, antara lain adalah soal lirik lagunya. Dibalik irama menggerinda dengan mengandalkan power dan speed,group-group cadas tadi menyuarakan soal politik, kemiskinan,perang,dan entah apalagi yang bias dilukiskan bagai sebuah siaran berita. Membanjirnya penonton karena dipersatukan dengan mimpi yang sama. Setidaknya bersatu karena tema lirik yang sejiwa. Opini itu tentu saja bisa disangkal,atau disetujui. Tapi disana tersembul pikiran bahwa sebuah lirik,sebetulnya ikut memberi andil pada ke Nikmatan pendengarnya. Prosesnya bisa panjang,karena liriknya ditulis dalam bahasa Inggris. Ada hambatan disana? Sebagian penikmat bermula lantaran ikut-ikutan temannya dan bercetus “musik ini bergengsi”. Terbius dan hanya menikmati musik hangar binger super keras, terus merambah ke group lain: Deicide, Dying Fetus, Cynic, Disincarnate, Broken Hope, Internal Bleeding, dan lain-lainnya.

liriklagu-534x1024Dan dari sanalah mereka baru menyelidiki lirik-liriknya Gara-gara lirik,ada yang tak menyukai musik beraliran grindcore. “Mereka banyak sekali menggunakan kata-kata kotor”katanya. “Aghatocles,biar musiknya keras tapi liriknya peduli pada kehidupan social.” Ada yang kemudian pada akhirnya lebih suka pada Nile dan Nightwish saja. Sebagian menganggap kemudahan memahami lirik itu tergantung dari kemahirannya Berbahasa Inggris. Soalnya akan berbeda jika yang dibicarakan ialah musik bercorak Ghotic Metal. Pada corak musik sebelumnya, ada kekentalan tema,soal pemberontakan atas situasi. Pada musik Ghotic Metal, disana ada yang namanya obral kecengengan cinta. Banyak juga yang lantas berminat. Ada yang suka dengan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupannya sendiri. Misalnya tentang jatuh cinta. Tak peduli pada lirik juga tak dilarang, cuek pada lirik. Selintas hanya tahu isinya soal seram-seram, maknanya tak mengerti. Secadas apapun liriknya, tak jadi soal, yang
penting iramanya. Kalau toh liriknya sadis, masih bisa menahan pengaruh yang mungkin timbul. Tentu saja bagi sang penulis lirik, ia akan sedih jika apa yang diutarakannya tak digubris.

Hendaknya antara musik dan lirik harus digarap seimbang. Jika salah satunya saja Yang bagus,akan tak seimbang. Lirik dalam lagu menyiratkan sarat pesan, pendek Ataupun panjang. Dikerjakan bisan ringan tanpa memikirkan arti, menyair saja, dari apa Yang dirasa, peristiwa nyata ataupun imajinasi. Proses penulisan lirik kadang mengalir saja seperti bikin surat atau buku harian. Dengan gambaran itu, sebuahn lirik sama bobotnya dengan lagunya. Ada bagian yang tak bisa tergantikan dengan kata, tapi dengan memakai bunyi. Penggemar musik remaja senderung menikmati melodinya dulu, ketimbang liriknya. Terutama untuk lagu berbahasa Inggris. Soalnya hanya 40% yang paham bahasa Inggris. Tapi pada dasarnya, lirik dan musik dalam sebuah lagu tak bisa dipisahkan. Namun kenyataannya, jika liriknya jelek tapim melodi bagus, ada kemungkinan bisa disukai. Musik itu makanan batin, dalam mendengarnya, perasaan lebih berperan disini. Jika remaja suka musik menghentak, itu sesuai jiwanya yang lagi meledak ledak, anti kemapanan dan suka berubah ubah. Berbeda dengan remaja di belahan bumi bagian barat sana, mereka lebih memiliki fanatisme, dan jauh lebih terbuka. Tentu karena tak punya hambatan dalam memahami lirik, bahkan musik itu sendiri dekat dengan sub budaya mereka. Mereka bisa menikmati dengan baik. Sedemikian baiknya sehingga mereka bisa kerasukan. Di Amerika ada sekitar 200 remaja mati karena lirik lagu metal itu begitu merasuk. Lirik lagu itu menyiratkan kepesimisan yang menganjurkan orang untuk bunuh diri, ketimbang menghadapi kehidupan yang maki kacau. Tapi menurut saya, remaja disini tak usah peduli dengan lirik lagu barat terutama: black metal,gore grind,porn grind dan death metal. Sebab sub budaya kita berbeda dengan di barat. Dari pada nanti malah ikut bunuh diri segala. (Adrin Nugraha)

 

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=610

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s