DEADSQUAD (deathmetal)

Posted: October 7, 2010 in Uncategorized

Deadsquad (DS) salah satu band Death Metal asal Jakarta ini telah meluncurkan album perdana mereka pada awal bulan Maret 2009 lalu bertajuk Horror Vision.  Dengan album ini mereka siap memanjakan telinga penggemar metal dengan berbagai unsur yang mereka ramu menjadi suatu formulasi nada yang terasa begitu mencekam, mulai dari technical death metal dengan tema lirik yang mengacu pada gelapnya sisi kehidupan, kualitas sound gitar dan permainan Stevi dan Coky yang tak diragukan lagi dalam downstroke dan lead yang cukup harmonis, begitu juga pada drum yang terasa begitu kental hyperblasting-grinding.

Diawali dengan intro simponi bernuansa gelap penuh misteri namun jauh dari kesan membosankan, lagu “Pasukan Mati” yang berdurasi sekitar 1:03 menit seolah menghempaskan kita kedalam jurang kematian yang berkarat. Pada lagu kedua kita dibawa berputar dalam badai yang mampu mengguncang isi kepala hingga jatuh tersungkur pada “Dimensi Keterasingan”. Dilanjutkan dengan lagu ketiga yang berjudul “Sermon Of Deception” yang siap menghasut kita untuk bersenandung bersama.  Lagu “Dominasi Belati” yang berada pada urutan ke empat seolah menyayat telinga dengan komposisi dan penulisan yang cukup tajam, terlebih dengan sisipan unsur Jazz yang meskipun hanya sebentar namun terasa begitu membius. Pada lagu ke lima yang berjudul “Hiperbola Dogma Moniteis”, Deadsquad menghajar kita dengan ketukan yang begitu rapat dan permainan gitar yang lebih technical, mengingatkan saya pada band-band technical death Metal semacam Visceral Bleeding dan Spawn Of  Possession.

Lagu “Manufaktur Replika Baptis” pada posisi ke enam yang juga menjadi single andalan di album mereka ini terasa begitu menghasut untuk ikut ber-headbanging, meskipun harus terhenti beberapa detik di sepertiga awal karena terdapat unsur klasik yang cukup harmonis pada gitar. Pada posisi ke tujuh, Deadsquad memainkan “Arise” dari lagu Sepultura, cover version ini cukup menarik dari sisi aransemen. Keganasan Deadsquad masih terus berlanjut hingga lagu “Horror Vision” yang dipilih sebagai ending pada album ini. Permainan drum Andyan Gorust tetap mengerikan dari lagu pertama hingga terakhir dan permainan gitar yang rumit akan mengantarkan kita pada sebuah dimensi lain yang penuh kengerian, juga dalam segi penulisan disetiap lirik lagu dalam album ini cukup cerdas, dan memang sejak pertama kali membuka sampul album ini saya langsung terpancing untuk berkonsentrasi pada sisi dalamnya yang mencantumkan lirik-lirik lagu yang sarat kesan filosofis dan sarkasme. Secara keseluruhan setelah menyimak setiap lagu dalam album ini, dengan menikmati komposisi musikalitasnya sambil menerawang jauh ke suatu dimensi lain yang mencekam saat menyusuri labirin aksara pada setiap lirik lagunya, saya tidak dihinggapi rasa bosan untuk kembali mendengarkan album ini secara berulang-ulang. (Dian Tigamartil)

sumber : http://dapurletter.com/mainpage/?p=914

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s